Categories
Fitur

Dana Produksi Terbatas, Film Pendek Bura Tembus Panggung Internasional

Suara. com – Sukses menembus panggung universal, sutradara Eden Junjung berbagi rencana tentang pengalamannya menggarap film kompak Bura yang dirilis pada 21 November 2019. Tak banyak kesulitan yang dijumpai Eden dan tim ketika menggarap Bura. Namun peristiwa itu tak dianggap masalah mengecualikan sebuah tantangan.

–>

Suara. com awut-awutan Sukses menembus panggung internasional, sutradara Eden Junjung berbagi cerita tentang pengalamannya menggarap film pendek Bura yang dirilis pada 21 November 2019.

Tak banyak pengganggu yang dijumpai Eden dan awak ketika menggarap Bura. Namun peristiwa itu tak dianggap masalah mengecualikan sebuah tantangan.

“Kesulitannya apa ya? Nggak pelik sih hehehe. Ya kalau kesulitan secara teknis itu ya, artinya gini, film ini juga nggak memiliki dana yang tanpa batas, ada batasan dana. Cuma kita juga mengusahakan dana itu perintang buat kita, adanya dana berapa ya sudah itu yang kita gunakan, ” kata Eden Junjung saat live di kanal YouTube Suara. com, Selasa (15/9/2020).

Selain persoalan dana, waktu pembuatan film kompak Bura pun terbilang kilat. Hal itu membuat kreativitasnya bersama awak semakin berkembang.

“Kalau kita ngomongin tentang idealnya mungkin film ini bakal diproduksi dengan jangka waktu dalam beberapa hari, terus kita memerlukan jumlah lampu yang sangat penuh. Karena syutingnya malam tapi di situ karena kita punya keterbatasan kita nggak punya lampu dengan banyak nih dan syuting saja bisa dua hari doang, ” ujarnya.

“Akhirnya kita cari ide putar otak. Artinya kita maksimalkan dalam produksi. Hal-hal seperti itu gerangan. Menurut saya juga itu bukan kesulitan tapi tantangan aja gerangan, ” katanya lagi.

Lebih lanjut tempat menuturkan, segala keterbatasan yang dihadapi tak membuat kreativitas menemui ulama buntu dan malah sebaliknya. Benar film pendek Bura bisa menyerbu pasar internasional dengan keterbatasan itu sendiri.

“Bura itu yang baru ini dalam Malaysia, kemarin juga sempat pada FFI, di Singapura nominasi serupa, dan beberapa festival film sedang berjalan, ” ujarnya.

Berhasil membawa film pendek Bura ke pasar global rupanya tak membuat Eden Junjung besar kepala. Hingga kini dia merasa belajar dan akan serupa itu seterusnya.

“Kalau ngomongin pemula kami pribadi selalu mengeset diri hamba sebagai pemula. Karena dalam pada setiap film itu punya tantangannya masing-masing. Ketika saya membuat film lagi artinya saya pemula lagi, kembali dari nol. Tantangannya seperti tersebut. proses belajar ini terus berlangsung, ” katanya.